Saya adalah…

Nama lengkap saya adalah Muhammad Tanziel Aziezi. Orang-orang biasa memanggil saya Azhe, Azil, Tanziel, dll, jadi silahkan pilih sesuka hati anda. Saya terlahir dari keluarga baik-baik yang penuh cinta dan kasih sayang, dari pasangan suami istri yang sangat bahagia, Sutio Jumagi Akhirno, S.H., M.Hum. dan Rahmi, S.H., di kota yang sangat luar biasa bernama Medan, tanggal 18 Juni 1990 (masih muda ya…). Saya adalah seorang fans klub sepak bola London Utara, Arsenal (yes, i’m a gooners…), dan pernah bercita-cita menjadi pemain Arsenal saat saya dewasa. Namun, karena skill yang jauh dari kata lumayan, saya mengubur cita-cita tersebut. Lalu, saya bercita-cita menjadi seorang astronot. Namun sayang, badan saya (sedikit) lebar, sehingga saya harus kembali mengubur cita-cita saya karena khawatir pesawat yang saya naiki nantinya mengalami masalah.

Tidak ada yang istimewa dari perjalanan akademis saya. Hanya sejarah yang membuat saya bangga, yaitu ketika SD saya sering (bukan selalu) ranking 1. Namun, semua berubah semenjak negara api beserta digimon dan pokemon menyerang. Masa SMP di SMP Negeri 1 Kabanjahe serta SMA di SMA Negeri 1 Kabanjahe (kelas 1) dan SMA Negeri 1 Kediri (Kelas 2 & 3) saya habiskan di bangku cadangan (baca:ranking pas-pasan), walaupun akhirnya lulus SMA dengan hasil NEM tertinggi……sekelas pada tahun 2008. Tidak istimewa memang, namun setidaknya nilai pelajaran Kimia saya 10 dari skala 10 di UN (cieeee..sombong..gak apa-apa lah ya..namanya hidup..).

Dengan prestasi tersebut, saya mendaftarkan diri dengan percaya diri untuk mengejar cita-cita saya setelah astronot, yaitu menjadi dokter (asik gak tuh..). Saya pun mendaftarkan diri ke Fakultas-Fakultas Kedokteran ternama di Indonesia, mulai UGM, UI, dan Unpad. Namun, saya gagal. Saya terpukul. Saya terjatuh. Saya..eh..oke lanjut. Akhirnya, saya mendarat di sebuah kampus di L.A. (baca:Lenteng Agung), di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, sebuah fakultas yang saya percaya akan sangat mudah saya taklukan (maklum, nilai Kimia 10..). Namun, ternyata, bayangan memang tak seindah kenyataan. Saya hanya bertahan selama 1 Semester. Setelahnya saya keluar dari universitas tersebut.

Kemudian, saya coba banting setir ke ilmu sosial. Saya ikut SIMAK UI 2009 dengan mencoba masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI Jurusan Hubungan Internasional, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Hukum UI. Tapi, saya tetap mencoba Fakultas Kedokteran UI. Namun, saya gagal kembali. Kemudian, saya ikut Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (Unpad) 2009 dengan mencoba peruntungan masuk Fakultas Hukum atau Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Alhamdulillah, saya diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unpad. Tapi, ayah saya menyarankan saya untuk ikut SNMPTN (dulu Sipenmaru, UMPTN, SPMB, dsb) 2009, untuk mencoba peruntungan di UI. Males memang, karena toh sudah dapat di Unpad, namun sebagai anak yang sangat berbakti kepada orang tua, saya pun mengikuti saran tersebut (sedaaappp….).

Saya mengikuti SNMPTN 2009 dengan “tembakan” yang sama, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI Jurusan Ilmu Komunikasi, padahal passing grade nya tinggi-tinggi. Saya ikut dengan perjanjian, kalau diterima di Fakultas Hukum UI, saya akan berkuliah di UI, namun kalau diterima di Ilmu Komunikasi, saya akan berkuliah di FH Unpad. Intinya, harus di Fakultas Hukum. Maklum, keluarga saya adalah “keluarga hukum” dan mungkin orang tua saya ingin saya melanjutkan kehidupan mereka sebagai orang hukum. Dengan ketidakniatan itu dan entah ada keajaiban darimana, saya lulus di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dan, sesuai perjanjian, saya pun berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai bagian angkatan 2009, angkatan paling keren dan terbaik sepanjang masa FHUI bagi saya.

Semasa kuliah di FHUI, secara akademis, tidak ada yang menonjol dari saya, selain seringnya menjadi “orang berpangkat” di beberapa mata kuliah. Ada yang jadi Brigadir Jenderal (1x mengulang), ada yang Mayor Jenderal (2x mengulang), Letnan Jenderal (3x mengulang), bahkan ada yang menjadi Jenderal (4x mengulang). Namun, saya  bangga karena beberapa kali dipercaya membela nama FHUI di ajang National Moot Court Competition, sebuah ajang “Peradilan Semu” tingkat di Nasional dan beberapa kali mempersembahkan piala untuk FHUI tercinta. Selain itu, semasa kuliah, saya dan beberapa teman saya juga mendirikan sebuah organisasi di bidang seni bernama Law’s Art Performers. Tahun 2014, akhirnya saya lulus dari FHUI dengan Program Kekhususan Bidang Studi Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan, atau yang biasa disebut PK Pidana, dengan skripsi berjudul “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Yang Mengalami Praktik Cuci Otak”

Selepas kuliah, saya (sampai saat ini) bekerja di sebuah lembaga penelitian, tempat impian saya untuk bekerja, bernama Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP), sebuah lembaga yang aktif mengkaji serta mengadvokasikan mengenai hal-hal independensi serta reformasi peradilan Indonesia. Selain aktif menulis di blog ini, saya juga aktif menulis di http://www.selasar.com serta saya juga mengelola website untuk menyalurkan hobi saya, yaitu fotografi di azhe.portfoliobox.me dan musik di http://www.soundcloud.com/toddykings.

Demikian sedikit (banyak ini zhe..) ulasan tentang diri saya. Besar harapan saya untuk kita membangun budaya diskusi yang baik melalui blog ini. Salam kanggurumalas…

 

Advertisements